Pengertian Bleeding pada Aspal

Jalan beraspal yang kita lewati sehari-hari tidak selamanya mulus. Keberadaan jalan aspal sebenarnya sangat rentan akan kerusakan. Seperti mengalami bleeding. Lalu, apa pengertian bleeding pada aspal? Selengkapnya, simak uraiannya di bawah ini!


Bleeding pada jalan aspal merupakan salah satu jenis kerusakan jalan yang perlu mendapat perbaikan. Tentu saja, mengingat bila tak ada penanganan maka akan mengganggu aktivitas lalu lintas.

Oleh karena itu, jasa pengaspalan profesional menjadi sebuah kebutuhan. Mulai dari pembangunan, pemeliharaan, hingga perbaikan jalan aspal menjadi suatu keharusan. Dengan demikian, masyarakat dapat menikmati jalan aspal yang mulus dan lancar dalam jangka panjang.

Dari sekian banyak faktor yang mengganggu kemulusan aspal, salah satu kerusakan yang bisa muncul adalah bleeding. Bleeding juga biasa sebagai masalah kegemukan pada aspal atau flushing.

Lantas, apa itu bleeding dan faktor apa yang menyebabkan terjadinya bleeding pada aspal sehingga bisa mengganggu kenyamanan pengguna jalan?

Apa itu Bleeding pada Aspal?

Bleeding atau kegemukan adalah jenis kerusakan jalan akibat aspal yang terlalu tebal. Bleeding membuat permukaan jalan aspal terlihat mengilat. Permukaan aspal akan tampak seperti memantulkan cahaya. Dengan kata lain, aspal akan tampak seperti basah dan berminyak atau ada yang menumpahkan oli di atasnya. Padahal, itu adalah kondisi bleeding.

Pada bleeding, sebagian atau seluruh agregat dalam campuran terselimuti oleh kelebihan aspal. Bleeding juga terjadi akibat penggunaan terlalu banyak aspal saat pengaplikasian prime coat dan tack coat.

Hal ini menyebabkan aspal menjadi lunak, terutama saat temperatur tinggi. Akibatnya jejak roda kendaraan akan tercetak dan tertinggal pada aspal.

Panas pemukaan yang tinggi, yaitu di atas 60 derajat celsius, menyebabkan bleeding. Begitu pula jika aspal memiliki titik lembek yang rendah, yaitu di bawah 50 derajat celsius, juga dapat memicu terjadinya bleeding.

Penyebab bleeding lainnya datang dari kurangnya rongga udara sehingga tidak ada ruang bagi aspal untuk mengembang pada cuaca panas. Di sisi lain, kualitas aspal yang rendah juga dapat menyebabkan bleeding.

Lebih lanjut, mencari pokok permasalahan bleeding memerlukan penelaahan. Kadar aspal campuran dari permukaan yang mengalami bleeding masuk dalam penelitian di laboratorium. Proses penelitian dengan memvariasikan temperatur sehingga menjadi tahu pengaruhnya pada aspal.

Penanggulangan Bleeding pada Aspal

Jasa pengaspalan mengatasi bleeding dengan cara menghamparkan agregat panas, lalu memasuki proses pemadatan. Untuk jangka waktu sementara, bleeding bisa tercegah dengan menghamparkan pasir guna menghilangkan dan menyerap kelebihan bahan pengikat.

Selanjutnya, pencegahan bleeding bisa dengan cara mengangkat lapisan aspal, baru setelah itu pemberian lapisan penutup. 

Bleeding dan masalah kerusakan aspal lainnya harus mendapat penanganan sesegera mungkin. Bayangkan bila bleeding dibiarkan begitu saja. Masalah bisa terus merembet dan jalan aspal pun menjadi hancur seluruhnya. Bleeding bahkan bisa mengarah pada bahaya yang serius.

Apa saja risiko-risiko yang ditimbulkan dari bleeding pada aspal? Pertama, bleeding jelas mengganggu kenyamanan jalan. Kecepatan kendaraan jadi terhambat karena jalan tidak rata akibat jejak yang tertinggal dari bleeding. Sebaliknya, aspal juga bisa menempel pada roda kendaraan dan tentu mengganggu.

Ditambah lagi, licinnya jalan akibat bleeding juga mengakibatkan selip pada kendaraan. Bleeding menyebabkan permukaan jalan aspal menjadi sangat halus dan kehilangan teksturnya. Kondisi ini memunculkan keadaan yang disebut hydroplaning.

Hydroplaning adalah situasi ketika roda kendaraan kehilangan penapakan atau daya cengkeramnya pada permukaan jalan. Tentu saja, kondisi ini akan membuat akselerasi ataupun upaya pengereman pada kendaraan menjadi tidak efektif. Lebih jauh, hydroplaning dapat berujung pada terjadinya kecelakaan.

Kedua, bleeding yang tidak mendapat perbaikan maka akan berpotensi menimbulkan jembul (upheaval). Jembul adalah mengembangnya tanah dasar pada perkerasan aspal. Seperti pada penjelasan tersebut, satu masalah kerusakan, jika tidak mendapat penangan dengan cepat dan tepat, tentu akan menimbulkan komplikasi kerusakan lainnya.

Dari pengertian bleeding pada aspal tersebut sudah pasti akan memberikan kemudahan bagi para penyedia pengaspalan dalam memperbaikinya.

Oleh karena itu, untuk menyelesaikan masalah bleeding pada aspal secara tuntas, percayakan solusinya pada jasa pengaspalan terbaik dan terpercaya. Jasa pengaspalan profesional tidak hanya asal bongkar pasang atau tambal sulam begitu saja. Tiap masalah dan kondisi di lapangan akan dipahami dengan baik. Dengan begitu, proses penanganannya pun akan optimal dan maksimal serta benar-benar menuntaskan apa pun masalah pengaspalan yang ada.

Leave a Reply